Seorang laki-laki sedang duduk santai di bawah sebuh pohon setelah seharian bekerja di sawah. Tiba-tiba
Rabu, 25 November 2009
Senin, 16 November 2009
Dear My Frends
- Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu
tegar hatinya, adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan? - Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?
- Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah :Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku
- Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah lebih yakin kepada dirinya sendiri?
- Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?
- Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda?
- Tahukah anda kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut dikembalikan dua kali lipat?
- Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi tahukah anda bahwa hal tersebut akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tersebut?
- Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan anda tersebut pasti dikabulkan?
- Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda, spt jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar-benar tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan
Hari ini, bola PERSAHABATAN ada dilapangan anda, kirim ini kepada orang yang benar-benar sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Juga, jangan merasa kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada anda, anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola untuk orang lainnya ..
Ok, inilah yang harus anda lakukan ... : Kirim kepada SEMUA TEMAN anda! Tapi anda harus MELAKUKANNYA dalam satu jam setelah membuka surat ini! Sekarang ... BUAT 1 PERMINTAAN !!!! Buat sekarang, Ini kesempatan terakhir anda!!! Saya harap anda telah membuat suatu permintaan, Sekarang kirim surat ini kepada:
1 orang : Permintaan anda akan terwujud dalam satu tahun
3 orang : 6 bulan
5 orang : 3 bulan
6 orang : 1 bulan
7 orang : 2 minggu
8 orang : 1 minggu
9 orang : 5 hari
10 orang : 3 hari
12 orang : 2 hari
15 orang : 1 hari
20 orang : 3 jam
Jika anda hapus setelah membaca ... anda akan menghabiskan satu tahun tanpa keberuntungan! Tapi, jika anda kirim kepada (paling tidak) dua teman ... anda akan memiliki 3 tahun penuh
Minggu, 15 November 2009
Tathoyyur (merasa sial)
Makna tatahayyur berasal dari ath-thiyarah, yaitu
berarti merasa sial karena suatu hal. Pada mulanya, dahulu orang Arab merasa bernasib sial karena burung-burung tertentu, seperti: gagak dan burung hantu, serta berbagai hewan lainnya. Kemudian hal istilah ini dimutlakkan penggunaannya pada semua perasaan sial, apapun bentuk dan penyebabnya.
Hukum Tathayyur dalam Tinjauan Syari’at
Di dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak ada penyakit menular, dan tidak ada kesialan karena burung serta burung hantu dan bulan shafar, tidak pula karena jin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits tersebut, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menolak adanya penyakit menular dan thiyarah, serta menafikan (meniadakan adanya kesialan akibat burung malam, yakni burung hantu. Karena dahulu mereka menganggap sial yang disebabkan hal-hal tersebut.
Bentuk Thiyarah ini merupakan bentuk kesirikan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,
“Barangsiapa yang membatalkan keperluannya karena thiyarah, maka sesungguhnya ia telah syirik”. (Shahih, HR. Ahmad 2/220 dan Tabrani 5/105).
Juga hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud,
“Thiyarah adalah syirik, Thiyarah ialah syirik !” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Tathayyur dikategorikan syirik karena dalam perasaan sial dengan melihat burung atau manusia, ataupun karena bergantinya bulan dan semisalnya, terdapat keyakinan, bahwa semua itu mempunyai pengaruh buruk tanpa adanya kehendak Allah Subhanallahu wa Ta'ala, serta terdapat keyakinan bahwa semua terdapat kekhususan dengan kemalangan tersebut.
Berbagai Bentuk Tathayyur di Masyarakat pada Zaman Kini
Bentuk Tathayyur masa kini merupakan kelanjutan dan kelanjutan tathayyur masa lampau. Bentuk tathayyur masa lampau yang masih terbawa sampai sekarang, adalah merasa sial karena adanya burung gagak atau burung hantu. Ada rasa pesimis, bahwa jika ada burung hantu di dekat rumah, maka akan menandakan bahwa penghuni rumah tersebut akan mengalami musibah (kematian).
Termasuk bentuk tathayyur, adalah merasa sial karena adanya bulan tertentu,misalnya bulan Shafar. Banyak orang yang menghindari bulan ini untuk pernikahan. Demikian juga ada sebagian orang yang merasa sial dengan bulan Syawwal atau bulan Dzulqa’dah. Atau juga bulan Muharram (bulan terbunuhnya Husain radhiyallahu’anhu), sehingga mereka tidak mau melangsungkan pernikahan di bulan ini.
Termasuk kategori Tathayyur yang lain, yaitu merasa sial karena orang tertentu, dan menganggap bahwa orang tersebut sebagai pembawa sial.
Termasuk tathayyur pula, yaitu merasa sial karena angka tertentu, seperti angka tiga belas, atau angka empat. Oleh karenanya, sebagian orang tidak mau bepergian di tanggal 13, tidak mau membeli rumah nomor 13, tidak mau memberi nomor lantai ke-13 pada gedung bertingkat (biasanya diberi nomor 12a atau 12b). Yang demikian ini (keyakinan sialnya angka 13), merupakan keyakinan kaum nasrani yang bathil. Sedangkan sialnya angka 4, merupakan keyakinan suku Tionghoa.
Masih banyak lagi tathayyur yang lain, yang initinya adalah merasa akan kesialan, atau merasa akan terjadi seusatu yang buruk pada dirinya karena suatu benda ataupun perbuatan. Yang mana semua ini bersifat ghaib. Padahal manusia tidaklah mengetahui sesuatu yang ghaib, demikian pula Nabi yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam juga tidak mengetahui sesuatu yang ghaib, kecuali dijelaskan oleh Allah Subhanallahu wa Ta'ala melalui wahyu.
Penanggulangan Serta Solusi dari Kerusakan Tathayyur
Pertama
Pemahaman yang benar serta keimanan yang kokoh, bahwa hanya Allah Subhanallahu wa Ta'ala yang memiliki kekuasaan, segala sesuatu ada di tangan-Nya. Dan harus meyakini, bahwa tidak ada suatu benda pun yang mempunyai pengaruh, kecuali atas ijin Allah Subhanallahu wa Ta'ala. Allah tidak menjadikan kekhususan pada nama dan angka tertentu untuk memberikan pengaruh yang jelek, yang menyebabkan nama dan angka tersebut harus dijauhi.
Kedua
Pengetahuan terhadap larangan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam akan thiyarah dan penolakan beliau terhadapnya. Begitu pula perlu mengetahui penolakan dan sikap keras beliau terhadap perkara ini. (lihat hadits-hadits di atas).
Begitu pula pengetahuan dan ilmu seseorang tentang banyaknya pahala yang akan diperoleh dengan sebab tidak melakukan tathayyur. Sebagaimana sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang 70 ribu orang yang bakal masuk surga tanpa hisab :
“Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak minta divas dengan besi, tidak merasa sial karena burung, dan mereka yang bertawakal kepada Allah”. (HR Muslim dan lainnya)
Apabila manusia memahami serta mengenal bahaya masalah (tathayyur )ini serta pahala yang diperolehnya apabila menjauhi tathayyur, pasti ia akan menjauhinya.
Ketiga
Bertawakallah dengan baik kepada Allah Subhanallahu wa Ta'ala. Sesungguhnya tawakal ini akan menghapus tathayur dan tasyaum
Keempat
Hendaklah berkata
“Ya Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikanmu, dan tidak ada melainkan milikmu, dan tidak ada sesembahan selain engkau”. (Hadis Shahih dikeluarkan Ahmad (2/220) dan Thabrany(5/105))
Kelima
Hendaklah manusia melakukan sesuatu yang diinginkan dengan landasan percaya kepada Allah Subhanallahu wa Ta'ala dan tawakal kepada Allah Subhanallahu wa Ta'ala serta berdasarkan keyakinan bahwa di situ tidak akan terjadi kesialan atau yang lainnya.
berarti merasa sial karena suatu hal. Pada mulanya, dahulu orang Arab merasa bernasib sial karena burung-burung tertentu, seperti: gagak dan burung hantu, serta berbagai hewan lainnya. Kemudian hal istilah ini dimutlakkan penggunaannya pada semua perasaan sial, apapun bentuk dan penyebabnya.Hukum Tathayyur dalam Tinjauan Syari’at
Di dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak ada penyakit menular, dan tidak ada kesialan karena burung serta burung hantu dan bulan shafar, tidak pula karena jin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits tersebut, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menolak adanya penyakit menular dan thiyarah, serta menafikan (meniadakan adanya kesialan akibat burung malam, yakni burung hantu. Karena dahulu mereka menganggap sial yang disebabkan hal-hal tersebut.
Bentuk Thiyarah ini merupakan bentuk kesirikan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,
“Barangsiapa yang membatalkan keperluannya karena thiyarah, maka sesungguhnya ia telah syirik”. (Shahih, HR. Ahmad 2/220 dan Tabrani 5/105).
Juga hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud,
“Thiyarah adalah syirik, Thiyarah ialah syirik !” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
Tathayyur dikategorikan syirik karena dalam perasaan sial dengan melihat burung atau manusia, ataupun karena bergantinya bulan dan semisalnya, terdapat keyakinan, bahwa semua itu mempunyai pengaruh buruk tanpa adanya kehendak Allah Subhanallahu wa Ta'ala, serta terdapat keyakinan bahwa semua terdapat kekhususan dengan kemalangan tersebut.
Berbagai Bentuk Tathayyur di Masyarakat pada Zaman Kini
Bentuk Tathayyur masa kini merupakan kelanjutan dan kelanjutan tathayyur masa lampau. Bentuk tathayyur masa lampau yang masih terbawa sampai sekarang, adalah merasa sial karena adanya burung gagak atau burung hantu. Ada rasa pesimis, bahwa jika ada burung hantu di dekat rumah, maka akan menandakan bahwa penghuni rumah tersebut akan mengalami musibah (kematian).
Termasuk bentuk tathayyur, adalah merasa sial karena adanya bulan tertentu,misalnya bulan Shafar. Banyak orang yang menghindari bulan ini untuk pernikahan. Demikian juga ada sebagian orang yang merasa sial dengan bulan Syawwal atau bulan Dzulqa’dah. Atau juga bulan Muharram (bulan terbunuhnya Husain radhiyallahu’anhu), sehingga mereka tidak mau melangsungkan pernikahan di bulan ini.
Termasuk kategori Tathayyur yang lain, yaitu merasa sial karena orang tertentu, dan menganggap bahwa orang tersebut sebagai pembawa sial.
Termasuk tathayyur pula, yaitu merasa sial karena angka tertentu, seperti angka tiga belas, atau angka empat. Oleh karenanya, sebagian orang tidak mau bepergian di tanggal 13, tidak mau membeli rumah nomor 13, tidak mau memberi nomor lantai ke-13 pada gedung bertingkat (biasanya diberi nomor 12a atau 12b). Yang demikian ini (keyakinan sialnya angka 13), merupakan keyakinan kaum nasrani yang bathil. Sedangkan sialnya angka 4, merupakan keyakinan suku Tionghoa.
Masih banyak lagi tathayyur yang lain, yang initinya adalah merasa akan kesialan, atau merasa akan terjadi seusatu yang buruk pada dirinya karena suatu benda ataupun perbuatan. Yang mana semua ini bersifat ghaib. Padahal manusia tidaklah mengetahui sesuatu yang ghaib, demikian pula Nabi yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam juga tidak mengetahui sesuatu yang ghaib, kecuali dijelaskan oleh Allah Subhanallahu wa Ta'ala melalui wahyu.
Penanggulangan Serta Solusi dari Kerusakan Tathayyur
Pertama
Pemahaman yang benar serta keimanan yang kokoh, bahwa hanya Allah Subhanallahu wa Ta'ala yang memiliki kekuasaan, segala sesuatu ada di tangan-Nya. Dan harus meyakini, bahwa tidak ada suatu benda pun yang mempunyai pengaruh, kecuali atas ijin Allah Subhanallahu wa Ta'ala. Allah tidak menjadikan kekhususan pada nama dan angka tertentu untuk memberikan pengaruh yang jelek, yang menyebabkan nama dan angka tersebut harus dijauhi.
Kedua
Pengetahuan terhadap larangan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam akan thiyarah dan penolakan beliau terhadapnya. Begitu pula perlu mengetahui penolakan dan sikap keras beliau terhadap perkara ini. (lihat hadits-hadits di atas).
Begitu pula pengetahuan dan ilmu seseorang tentang banyaknya pahala yang akan diperoleh dengan sebab tidak melakukan tathayyur. Sebagaimana sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang 70 ribu orang yang bakal masuk surga tanpa hisab :
“Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak minta divas dengan besi, tidak merasa sial karena burung, dan mereka yang bertawakal kepada Allah”. (HR Muslim dan lainnya)
Apabila manusia memahami serta mengenal bahaya masalah (tathayyur )ini serta pahala yang diperolehnya apabila menjauhi tathayyur, pasti ia akan menjauhinya.
Ketiga
Bertawakallah dengan baik kepada Allah Subhanallahu wa Ta'ala. Sesungguhnya tawakal ini akan menghapus tathayur dan tasyaum
Keempat
Hendaklah berkata
“Ya Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikanmu, dan tidak ada melainkan milikmu, dan tidak ada sesembahan selain engkau”. (Hadis Shahih dikeluarkan Ahmad (2/220) dan Thabrany(5/105))
Kelima
Hendaklah manusia melakukan sesuatu yang diinginkan dengan landasan percaya kepada Allah Subhanallahu wa Ta'ala dan tawakal kepada Allah Subhanallahu wa Ta'ala serta berdasarkan keyakinan bahwa di situ tidak akan terjadi kesialan atau yang lainnya.
Senin, 09 November 2009
Seberapa lapang Hati kita
Suatu ketika ada seorang murid mendatangi ustadnya. Ia
datang dengan kondisi yang kurang bersemangat. Dari raut mukanya nampak kesedihan dan keputusasaan yang serius. Sang ustad menyambutnya dengan senyuman dan memberikan kesempatan kepada sang murid untuk bercerita. Kesempatan itupun tidak disia-siakan, simurid segera bercerita tentang permasalahanyang menimpanya. Tak sekedar satu atau dua permasalahan, tetapi hampir seluruh hidupnya ditumpahkan kepada sang ustad.
Selesai bercerita, si murid meminta nasehat kepada sang ustad.Tanpa berkata, sang ustad meninggalkan si murid dan tak lama kemudian telah kembali dengan membawa segelas air putih, sebuah sendok dan dua plastik garam. Diserahkan kepada sang murid, lalu seplastik garam dan sebuah sendok. Kata sang ustad, "Masukkan semua garam yang ada di plastik itu kedalam gelas, lalu aduklah"
Sang muridpun langsung menuruti perintah sanga ustad. Selesai mengerjakan perintah sang sang guru, ustad pun kembali berkata " Minumlah air yang ada didalam gelas." Sang murid bingung, ia berkeluh kesah segala macam masalah, mengharap nasihat, tetapi mengapa diberi ramuan minuman garam. Namun karena sang murid merasa tidak enak jika tidak bersedia menurut perintah sang ustad, maka ramuan garam tersebut diminumnya.
Sang ustad memberikan isyarat bahwa sang murid cukup merasakan rasanya saja, tidak perlu meminumnya. Kemudian sang ustad mengajak muridnya kesebuah kolam. Kata sang ustad, "Masukkan semua garam yang ada diplastik itu kedalam kolam, lalu aduklah air kolam dengan bambu itu sehingga garamnya merata."
Simurid pun langsung menuruti perintah sang ustad. Selesai ia mengerjakan. Sang ustad kembali berkata , " Ambillah segelas iar dari kolam itu, lalu rasakan bagaimana rasa air yang telah anda ambil. " sang murid kembali heran dengan perintah sang ustad. Ia terus bertanya, saya datang untuk meminta nasihat mengapa disuruh meminum air garam. Namun sekali lagi sanga murid tidak enak jika tidak bersedia menuruti perintah ustad, maka air tersebut di cicipinya.
Setelah sang murid mencicipi air yang diambil dari kolam, sang ustad berkata, "bayangkan kalau gelas atau kolam ini adalah HATIMU dan garam adalah MASALAHMU. kalau maslahmu dimasukkan kedalam hatimu yang sempit yang digambarkan dalam bentuk gelas, maka anda akan merasa sangat asin, Artinya anda merasa betapa berat masalah yang dipikul pada saat itu. Akan berbeda kalau garam itu Anda lemparkan ke dalam kolam, Anda aduk dengan cara yang sama lalu diminum, ternyata air itu jauh lebih tawar dibanding yang pertama.
Intinya adalah HATI ANDA.....
Maksud dari cerita diatas adalah, jika kita menyempitkan hari kita maka masalah bisa akan terasa berat. Akan tetapi anda luaskan hati anda, lapangkan hati anda maka masalah tidak akan seberat yang pertama. Kelapangan hati akan menjadi tenang.
Besar kecilnya masalah bagaimana cara hati menampungnya, akan jadi berat bila hati kita memiliki tempat yang sempit untuk menampungnya dan akan jadi ringan jika kita melapangkannya.
HATI MANUSIA IBARAT CERMIN....Semakin jernih dengan Dzikrullah, semakin hitam karena maksiat.
Wallahualam Bissowab.....
Watawa sowbilhaq...Watawa sowbissobr
datang dengan kondisi yang kurang bersemangat. Dari raut mukanya nampak kesedihan dan keputusasaan yang serius. Sang ustad menyambutnya dengan senyuman dan memberikan kesempatan kepada sang murid untuk bercerita. Kesempatan itupun tidak disia-siakan, simurid segera bercerita tentang permasalahanyang menimpanya. Tak sekedar satu atau dua permasalahan, tetapi hampir seluruh hidupnya ditumpahkan kepada sang ustad.Selesai bercerita, si murid meminta nasehat kepada sang ustad.Tanpa berkata, sang ustad meninggalkan si murid dan tak lama kemudian telah kembali dengan membawa segelas air putih, sebuah sendok dan dua plastik garam. Diserahkan kepada sang murid, lalu seplastik garam dan sebuah sendok. Kata sang ustad, "Masukkan semua garam yang ada di plastik itu kedalam gelas, lalu aduklah"
Sang muridpun langsung menuruti perintah sanga ustad. Selesai mengerjakan perintah sang sang guru, ustad pun kembali berkata " Minumlah air yang ada didalam gelas." Sang murid bingung, ia berkeluh kesah segala macam masalah, mengharap nasihat, tetapi mengapa diberi ramuan minuman garam. Namun karena sang murid merasa tidak enak jika tidak bersedia menurut perintah sang ustad, maka ramuan garam tersebut diminumnya.
Sang ustad memberikan isyarat bahwa sang murid cukup merasakan rasanya saja, tidak perlu meminumnya. Kemudian sang ustad mengajak muridnya kesebuah kolam. Kata sang ustad, "Masukkan semua garam yang ada diplastik itu kedalam kolam, lalu aduklah air kolam dengan bambu itu sehingga garamnya merata."
Simurid pun langsung menuruti perintah sang ustad. Selesai ia mengerjakan. Sang ustad kembali berkata , " Ambillah segelas iar dari kolam itu, lalu rasakan bagaimana rasa air yang telah anda ambil. " sang murid kembali heran dengan perintah sang ustad. Ia terus bertanya, saya datang untuk meminta nasihat mengapa disuruh meminum air garam. Namun sekali lagi sanga murid tidak enak jika tidak bersedia menuruti perintah ustad, maka air tersebut di cicipinya.
Setelah sang murid mencicipi air yang diambil dari kolam, sang ustad berkata, "bayangkan kalau gelas atau kolam ini adalah HATIMU dan garam adalah MASALAHMU. kalau maslahmu dimasukkan kedalam hatimu yang sempit yang digambarkan dalam bentuk gelas, maka anda akan merasa sangat asin, Artinya anda merasa betapa berat masalah yang dipikul pada saat itu. Akan berbeda kalau garam itu Anda lemparkan ke dalam kolam, Anda aduk dengan cara yang sama lalu diminum, ternyata air itu jauh lebih tawar dibanding yang pertama.
Intinya adalah HATI ANDA.....
Maksud dari cerita diatas adalah, jika kita menyempitkan hari kita maka masalah bisa akan terasa berat. Akan tetapi anda luaskan hati anda, lapangkan hati anda maka masalah tidak akan seberat yang pertama. Kelapangan hati akan menjadi tenang.
Besar kecilnya masalah bagaimana cara hati menampungnya, akan jadi berat bila hati kita memiliki tempat yang sempit untuk menampungnya dan akan jadi ringan jika kita melapangkannya.
HATI MANUSIA IBARAT CERMIN....Semakin jernih dengan Dzikrullah, semakin hitam karena maksiat.
Wallahualam Bissowab.....
Watawa sowbilhaq...Watawa sowbissobr
Penyakit yang Menimpa wanita tak Berjilbab

Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab ) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab ) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:
وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم (الأنفال: 32)
Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32). Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.
Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.
Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab ), bahkan malah tetap bertabarruj
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab ) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:
وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم (الأنفال: 32)
Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32). Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.
Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.
Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab ), bahkan malah tetap bertabarruj
Belajar Tanpa henti

Alkisah, seorang penebang pohon yang sangat kuat melamar pekerjeaan kepada seorang pedagang kayu. Ia beruntung karena diterima bekerja. Selain itu ia mendapatkan posisi dan gaji yang memuaskan. Karenanya, sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja dengan optimal.
Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, “Bagus, bekerjalah sepeti itu, “
Penebang pohon itu semakin termotivasi saat mendapatkan pujian dari majikannya. Pada keesokan harinya, ia kembali bekerja keras, tetapi hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon kayu. Pada hari ketiga, ia hanya berhasil merobohkan 10 batang Pohon. Hari hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkan makin sedikit.
“aku mungkin telah kehilangan kekuatan. “pikir penebang pohon itu
kemudian penebang pohon itu menemui maikannya dan meminta maaf kepadanya. Tanpa di tanya ia mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui apa penyebab kinerja kerjanya menurun dilihat dari jumlah pohon yang berhasil ditebangnya.
“kapan saat terakhir engkau mengasah kapak ?” tanya sang majikan
“mengasah ? Saya tidakpunya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon. “ jawabnya.
Sekarang ini, banyak orang yang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka tidak lebih bahagia dari sebelumnya. mengapa ? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya agar 'kapak” kita tetap tajam ?
Kita sering disibukkan oleh aktivitas yang menyita waktu. Kita kerja keras habis-habisan sehingga mengabaikan hal penting yang sebenarnya dilakukan. Berkerja keras dan beraktivitas bukanlah sebuah kesalahan. Apa yang kita lakukan menjadi tidak berarti jika kearifan kita tidak bertambah.
Kita semua membutuhkan waktu untuk berfikir, merenung, belajar dan bertumbuh. Jika kita tidak punya waktu untuk mengasah kampak, kita akan kehilangan efektivias.
Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, “Bagus, bekerjalah sepeti itu, “
Penebang pohon itu semakin termotivasi saat mendapatkan pujian dari majikannya. Pada keesokan harinya, ia kembali bekerja keras, tetapi hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon kayu. Pada hari ketiga, ia hanya berhasil merobohkan 10 batang Pohon. Hari hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkan makin sedikit.
“aku mungkin telah kehilangan kekuatan. “pikir penebang pohon itu
kemudian penebang pohon itu menemui maikannya dan meminta maaf kepadanya. Tanpa di tanya ia mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui apa penyebab kinerja kerjanya menurun dilihat dari jumlah pohon yang berhasil ditebangnya.
“kapan saat terakhir engkau mengasah kapak ?” tanya sang majikan
“mengasah ? Saya tidakpunya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon. “ jawabnya.
Sekarang ini, banyak orang yang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka tidak lebih bahagia dari sebelumnya. mengapa ? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya agar 'kapak” kita tetap tajam ?
Kita sering disibukkan oleh aktivitas yang menyita waktu. Kita kerja keras habis-habisan sehingga mengabaikan hal penting yang sebenarnya dilakukan. Berkerja keras dan beraktivitas bukanlah sebuah kesalahan. Apa yang kita lakukan menjadi tidak berarti jika kearifan kita tidak bertambah.
Kita semua membutuhkan waktu untuk berfikir, merenung, belajar dan bertumbuh. Jika kita tidak punya waktu untuk mengasah kampak, kita akan kehilangan efektivias.
Setan dan Manusia
Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu
subuh.Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"
Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, "Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!" Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......
Kemudian ketika datang waktunya magrib,temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu. Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi,dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !" .
Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?". "Aku takut !",jawab setan dengan suara gemetar."Nenek moyang ku sajayang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud pada "Adam", telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil beredar pergi.
subuh.Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, "Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!" Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......
Kemudian ketika datang waktunya magrib,temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu. Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi,dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !" .
Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?". "Aku takut !",jawab setan dengan suara gemetar."Nenek moyang ku sajayang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud pada "Adam", telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil beredar pergi.
Langganan:
Postingan (Atom)